
Gel vagina selama ini kita ketahui banyak dipergunakan oleh pasangan yang memiliki masalah dalam hubungan seks mereka, namun saat ini sedang dilakukan penelitian untuk membuat gel ini selain sebagai alat bantu seks, namun juga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi dan pencegah penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Jadi gel ini nantinya juga dapat digunakan oleh pasangan yang tidak memiliki masalah dalam hubungan seks mereka.
Cellulose sulfate, adalah gel vagina yang tengah dikembangkan saat ini, dan pengembangan ini sudah mencapai tahap akhir di Amerika Serikat untuk di analisa oleh FDA. Sebelumnya hanya ada satu-satunya gel vagina yang juga berfungsi sebagai alat kontrasepsi, yaitu yang berisi zat nonoxynol-9. Namun, nonoxynol-9 ini dikatakan berhubungan erat dengan resiko penularan HIV (berdasarkan Van Damme, lancet,2002;360:971-977).
Berdasarkan percobaan terhadap 200 pasangan usia subur , sebagian besar pasangan (83%) mengatakan suka memakai gel ini, dan sebanyak 73 % mengatakan akan merekomendasikan gel ini kepada teman dan sahabatnya. ?Penelitian ini sangat dilihat dari kemampuannya sebagai alat kontrasepsi dan pencegahan penularan HIV? kata James Byrne, MD, dari Santa Clara Valley Medical Center, San Jose, California. Akan dilakukan beberapa percobaan oleh FDA agar dapat disetujui untuk dilepas di pasaran, dan dipercaya mungkin sekitar 2 tahun lagi akan beredar dipasaran.
No comments:
Post a Comment